Aryuu the unknowable god-Chapter 10: Bab 9 - Akhir dari Anomali: Naga yang Menghancurkan Segala Keberadaan
Chapter 10 - Bab 9 - Akhir dari Anomali: Naga yang Menghancurkan Segala Keberadaan
Jauh di luar batas galaksi, di ruang hampa yang bahkan para dewa pun jarang menginjakkan kaki...
Ruang dan waktu bergetar.
Anomali yang mengaku sebagai Lucius Varvatos masih berdiri di tengah kehancuran yang ia ciptakan. Dimensi yang ia hancurkan belum sepenuhnya pulih, dan multiverse di sekitarnya masih mengalami distorsi akibat keberadaannya.
Namun, dia tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa dia telah kalah dalam pertarungan melawan Aryuu.
Tebasan terakhir yang menghancurkan esensinya... Itu masih terasa.
Lucius Palsu: "Tch... Apa aku... hanya sampai di sini?"
Dia menatap kedua tangannya. Tubuhnya masih ada, tetapi dia bisa merasakan bahwa sesuatu yang penting telah direnggut darinya.
Kekuatan absolut yang ia klaim selama ini mulai goyah.
Dan lebih buruknya lagi...
Dia bisa merasakan sesuatu mendekat.
WHOOOOOM!
Atmosfer di sekelilingnya tiba-tiba berubah.
Angin kosmik berputar. Kegelapan murni mulai menyelimuti seluruh wilayah ini, lebih pekat dari kehampaan itu sendiri.
Lalu, dari dalam kegelapan yang tak berujung itu...
Mata itu terbuka.
Sepasang mata ungu terang menyala menandakan kegelapan mutlak dan keganasan dari kehampaan yang bersinar seperti bintang-bintang mati.
ROOOOOOOOOOOOOAAAAAAAAARRR!!!!!
Suara raungan itu tidak hanya mengguncang ruang dan waktu, tetapi juga menembus semua tingkatan realitas.
Itu bukan raungan biasa.
Itu adalah pengumuman kematian.
Lucius Palsu mundur seketika.
Dia merasakan tekanan luar biasa yang bahkan lebih besar dari Aryuu.
Bukan karena makhluk ini lebih kuat dari Aryuu, tetapi karena... makhluk ini adalah utusan kehancuran Aryuu.
Lucius Palsu: "Jadi... kau mengirim peliharaanmu?"
Dari dalam kehampaan, sosok itu mulai menampakkan diri.
Seekor naga raksasa, jauh lebih besar dari galaksi mana pun yang pernah ada. Tubuhnya diselimuti oleh cahaya dan kegelapan yang saling bertabrakan, menciptakan efek yang tidak bisa dipahami oleh makhluk biasa.
Sayapnya... lebih besar dari seluruh tatanan eksistensi.
Cakar dan taringnya... lebih tajam dari tebasan konsep itu sendiri.
Keberadaannya... bukan sekadar makhluk.
Dia adalah penghancur realitas yang diperintahkan langsung oleh Aryuu.
Dan dia tidak datang untuk berbicara.
Dia datang untuk menghabisi.
Aryuu (tenang) : "Aku sudah bosan dengan ini. Hapus dia dari keberadaan."
Mata naga itu menyala.
"Dengan senang hati, Tuanku."
Tanpa peringatan, naga itu menghilang.
Lucius Palsu bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi.
CRASH!
Sebuah serangan mendadak menghantamnya, membuatnya terlempar jauh melintasi jutaan tahun cahaya hanya dalam sekejap.
Tubuhnya menghantam ruang kosong, menciptakan ledakan yang menghancurkan beberapa lapisan multiverse.
Read latest chapters at freёweɓnovel.com Only.
Lucius Palsu: "Kuh...! Dasar makhluk buas...!"
Dia belum sempat berdiri ketika—
BOOM!
Cakar naga itu sudah mencengkeramnya.
Lucius Palsu mencoba melawan, tetapi...
Dia tidak bisa.
Tidak ada ruang untuk bergerak.
Tidak ada celah untuk kabur.
Cakar itu bukan sekadar cakar biasa. Itu adalah cakar yang menolak eksistensi musuhnya.
Lucius Palsu mengerahkan semua kekuatannya, meledakkan energi yang cukup untuk menghapus ratusan miliar dimensi.
Namun, naga itu tidak terluka sama sekali.
Aryuu (datar) : "Sia-sia."
Naga itu mengangkat cakar yang mencengkeram Lucius dan kemudian—
SREEEEEEEK!
Dia meremukkan tubuhnya.
Lucius Palsu menjerit kesakitan.
Bukan hanya tubuhnya yang hancur—tetapi keberadaannya, kesadarannya, bahkan kemungkinan dirinya untuk tetap ada mulai memudar.
Namun, dia belum menyerah.
Dari dalam kehancuran, dia mencoba memanipulasi realitas untuk menciptakan dirinya kembali.
Tapi sebelum dia bisa melakukannya...
SLASH!
Ekor naga itu bergerak dalam kecepatan absurd, menebas separuh tubuhnya.
Lucius Palsu terdiam.
Dia bisa merasakan sesuatu yang aneh.
Dia mencoba mengembalikan tubuhnya...
Tapi...
Tidak bisa.
Lucius Palsu (membelalak) : "T-Tidak mungkin...!"
Aryuu (dingin) : "Aku sudah bilang... Sia-sia."
Naga itu membuka mulutnya.
Di dalamnya, terkumpul energi yang bahkan bisa menghapus konsep keberadaan itu sendiri.
Lucius Palsu mulai panik.
Untuk pertama kalinya... dia benar-benar merasakan ketakutan.
Lucius Palsu: "Tunggu... TUNGGU!! AKU BISA—"
"TERLAMBAT."
Ledakan energi meledak dari dalam mulut naga itu.
BOOOOOOOOOOOOOM!
Cahaya yang dihasilkan tidak sekadar membakar realitas...
Itu menghapusnya.
Keberadaan Lucius Palsu—yang sudah dipertanyakan sejak awal—benar-benar menghilang dari segalanya.
Tidak ada sisa.
Tidak ada kemungkinan dia akan kembali.
Dia... tidak pernah ada sejak awal.
---
Naga itu menutup mulutnya, lalu menatap Aryuu yang masih berdiri dengan tenang.
"Tugas selesai, Tuanku."
Aryuu (tenang) : "Hmph. Bagus."
Dengan satu gerakan tangannya, dia menutup celah-celah realitas yang rusak.
Dan dengan itu...
Pertarungan telah berakhir.
Namun, sebelum Aryuu bisa kembali...
Sebuah suara lain terdengar dari kejauhan.
???: "Hoooh... menarik sekali."
Aryuu tidak terkejut.
Dia sudah memperkirakan ini.
Tentu saja, pertarungan sebesar ini tidak akan luput dari perhatian makhluk lain.
Aryuu (datar dan berkata sendiri): " seperti nya aku harus menunda waktu untuk kembali ke bumi"
Para dewa. Para entitas tertinggi. Para pencipta multiverse.
Mereka telah melihat segalanya.
Dan sekarang... mereka mulai bergerak.
Bab 10 telah selesai. Namun, ini baru permulaan dari sesuatu yang lebih besar.
---
Bab 11 - Perang Para Dewa: Konspirasi di Balik Kehancuran